Teknologi Pemrogaman Yang Perlu Dipelajari

Jika dahulu kala kita hanya mampu untuk mendevelop sebuah aplikasi web hanya dengan secara native, sekarang kita mampu sdah untuk mendevelop aplikasi yang bisa berjalan di web dan di mobile hanya dengan satu bahasa pemograman sebagai dasarnya pemrogramannya.

Berikut ini merupakan teknologi yang perlu kalian pelajari.

1. Vue.js

Vue.js merupakan sebuah framework untuk pengembangan user interface yang diluncurkan pada Februari 2014 silam . Vue js adalah framework  JavaScriptyang membantu kita dalam membuat sebuah website atau aplikasi yang membutuhkan banyak interaksi di dalamnya, dan biasanya berupa Single Page Application.

Evan You adalah developer dari Vue.js yang sekaligus mantan karyawan Google sebagai Creative Technology pada tahun 2012 dan kemudian berkerja di Meteor, sebagai Meteor Development group Core Dev di tahun 2012-2014. Dan di tahun 2016 dia akhirnya memutuskan untuk fokus pengembangan Vue.js hingga saat ini. Perkembangan framework ini sangatlah pesat dilihat beradasarkan data dari satu artikel di Medium bahwa pada tahun 2014 hingga 2015, Vue.js mengalami banyak peningkatan yang konstan setiap tahun, hingga saat ini Vue.js masih menjadi salah satu pilihan yang terpopuler.

Untuk instalasi pada dasarnya bisa langsung dengan cara menambahkan script Vue.js via CDN, dan bisa juga dengan menggunakan NPM dan CLI, yang mana instalasi ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

Installation Vue.js

2. Kotlin

Kotlin merupakan bahasa pemograman yang bisa dijalankan pada platfrom Java Virtual Machine dan juga bisa di compile ke dalam bahasa JavaScript. JetBrains merupakan perusahaan dibalik bahasa pemograman ini dan juga merupakan perusahaan dibalik IntelliJ IDEA. Setelah melalui banyak tahapan perkembangan, JetBrainspun akhirnya merilis Kotlin secara open source dan kini setelah perkembangannya semakin maju, Google pun mendukung sepenuhnya Kotlin untuk pengembangan pada aplikasi Android. Beberapa fitur yang dimiliki Kotlin salah satunya adalah yype inference. Dengan adanya fitur ini, maka kita tidak perlu lagi mendeklarasikan tipe data untuk variabel dan juga properti secara eksplisit seperti halnya di Java. Compiler Kotlin nantinya akan menebak tipe data yang akan digunakan.

3. Bootstrap 4

Bootstrap awalnya dibuat serta dikembangkan sejak tahun 2011 oleh programmer Twitter, yaitu Mark Octo & Jacob Thornton. Sejak diluncurkannya pada bulan agustus tahun 2011, Bootstrap telah berevolusi dari proyek yang hanya berbasis CSS menjadi sebuah framework yang lebih lengkap lagi.

Sekarang bootstrap sudah mengeluarkan versi 4.0 pada awal tahun 2017 silam dan telah memiliki tampilan yang lebih stabil serta bisa memoptimalkan beberapa tools untuk pengembangan e-commerce. Dengan menggunakan Bootstrap kita bisa membuat web responsif yang berarti kita dapat menyesuaikan tampilan web kita ke berbagai ukuran layar, mulai dari browser, tablet, ataupun smartphone.

4. React-Native

React Native merupakan framework open soure yang memungkinkan developer untuk mengembangkan aplikasi native di Android dan iOS dengan menggunakan Javascript yang dikembangkan oleh Facebook setelah mereka membuat libary Javascript React.js. Perbedaan antara React-Native dan React.js adalah pada React-Native yang merupakan framework sedangkan React.js adalah JavaScript library. React-Native telah tersedia untuk pengembangan aplikasi native di platform iOS serta Android. React-Native juga memiliki beragam fitur yang akan membantu pekerjaan seorang developer menjadi lebih mudah seperti hot reload, inspector, dan debug JavaScript remotely.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *